Mengapa harus mengasah senjata
Bila indah masih bisa bicara
Mengapa harus meneteskan darah dan air mata
Bila senyuman masih berguna
Mengapa harus menebarkan kebencian
Bila kasih sayang masih ada
Jangan pernah bicara tentang perdamaian
Jangan pernah bicara tentang kasih sayang
Bila masih kau angkat senjata
Bila masih kau teteskan air mata
Bila masih kau goreskan luka
Di atas selaksa penderitaan
Di atas selaksa kepedihan
Wahai Manusia, hentikanlah ocehan-ocehan mu tentang ketenangan
Hentikan bahulan-bahulanmu tentang keadilan
Bila tajam senjatamu masih kau asah
Bila tangan kasarmu masih menjamah
Menjamah tubuh-tubuh yang resah
Menjamah tubuh tubuh yang gelisah
Wahai, Manusia
Bukalah pendengaranmu
Suara tangisan yang meraung
Suara rintihan yang bingung
Suara yang gelisah
Suara yang menunggu nyawa terpisah
Suyanto, SLB-Yaketunis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
:) Damai Itu Indah (:
Mengapa harus mengasah senjata
Bila indah masih bisa bicara
Mengapa harus meneteskan darah dan air mata
Bila senyuman masih berguna
Mengapa harus menebarkan kebencian
Bila kasih sayang masih ada
Jangan pernah bicara tentang perdamaian
Jangan pernah bicara tentang kasih sayang
Bila masih kau angkat senjata
Bila masih kau teteskan air mata
Bila masih kau goreskan luka
Di atas selaksa penderitaan
Di atas selaksa kepedihan
Wahai Manusia, hentikanlah ocehan-ocehan mu tentang ketenangan
Hentikan bahulan-bahulanmu tentang keadilan
Bila tajam senjatamu masih kau asah
Bila tangan kasarmu masih menjamah
Menjamah tubuh-tubuh yang resah
Menjamah tubuh tubuh yang gelisah
Wahai, Manusia
Bukalah pendengaranmu
Suara tangisan yang meraung
Suara rintihan yang bingung
Suara yang gelisah
Suara yang menunggu nyawa terpisah
Suyanto, SLB-Yaketunis
Bila indah masih bisa bicara
Mengapa harus meneteskan darah dan air mata
Bila senyuman masih berguna
Mengapa harus menebarkan kebencian
Bila kasih sayang masih ada
Jangan pernah bicara tentang perdamaian
Jangan pernah bicara tentang kasih sayang
Bila masih kau angkat senjata
Bila masih kau teteskan air mata
Bila masih kau goreskan luka
Di atas selaksa penderitaan
Di atas selaksa kepedihan
Wahai Manusia, hentikanlah ocehan-ocehan mu tentang ketenangan
Hentikan bahulan-bahulanmu tentang keadilan
Bila tajam senjatamu masih kau asah
Bila tangan kasarmu masih menjamah
Menjamah tubuh-tubuh yang resah
Menjamah tubuh tubuh yang gelisah
Wahai, Manusia
Bukalah pendengaranmu
Suara tangisan yang meraung
Suara rintihan yang bingung
Suara yang gelisah
Suara yang menunggu nyawa terpisah
Suyanto, SLB-Yaketunis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar